Text
Kisah Terbaik Malin Kundang Anak Durhaka
Kapal itu mulai meninggalkan pelabuhan untuk meneruskan perjalanannya, sang nahkoda meninggalkan sosok tua yang merenung kecewa, dengan tertunduk air matanya menetes setitik demi setitik meluncur melewati pipinya yang keriput, ia takut terjadi sesuatu yang tak diinginkannya dan ia tahu bahwa sesuatu telah menunggu, sesuatu yang tak akan pernah terlupakan, sebuah peristiwa yang akan menjadi pelajaran bagi setiap insan tertang keduhakaan dan akibatnya.
Tidak tersedia versi lain